Darah Ular Kobra; Apa Bisa Menjadi Obat?

Hari Minggu malam, tanggal 18 November 2007, saya menonton acara Extreme Kuliner di Global TV. Dalam acara itu, ditampilkan minuman darah dan daging ular kobra. Jenis makanan dan minuman ini, konon kata sebagian orang, termasuk kata si pedagang makanan ekstrim itu, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Yaahhh… namanya juga orang jualan, Baca entri selengkapnya »

Memasang Iklan di Web Site Terkenal, Masih Efektifkah?

Internet merupakan produk kemajuan teknologi informasi dunia yang selalu berkembang. Kini, publikasi atau iklan produk tidak hanya dipasang di media cetak, tetapi situs internet telah menjadi media baru yang banyak dilirik oleh perusahaan besar yang ingin membangun brand bisnisnya. Pertanyaannya adalah, apakah memasang iklan di website tertentu yang memiliki “rating” pengunjung yang tinggi, masih efektif? Baca entri selengkapnya »

Nasib Kaum Homo dan Lesbi

Peringatan Kaum Gay dan Lesbian-Belanda : Di masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang

Oleh : RR. Agustine

• (Koordinator Divisi Informasi dan Dokumentasi Sekretariat Nasional Koalisi Perempuan Indonesia)
• Koordinator Ardhanary Institute (LBT Publishes, Research and Advocacy Center)

Homomonument atau tugu peringatan perjuangan kaum gay dan lesbian di Netherlands (Belanda) didirikan tahun 1987, berada di jalan Westermarkt -tepat di tengah kota Amsterdam. Tugu ini di desain berdasarkan inspirasi, pengalaman sejarah kaum homoseksual di masa lalu sebagai simbol perjuangan mereka melawan homophobic (kelompok yang membenci homoseksual, yang berusaha menghancurkan keberadaan kaum homoseksual dengan beragam cara). Juga merupakan memori/ peringatan bagi kaum laki-laki dan perempuan yang di hukum mati karena perasaan homoseksual mereka. Homomonument adalah simbol kehidupan sekaligus eksistensi kaum homoseksual. Bagaimana bentuk monument ini? Apa latar belakang sejarah dari pembuatan monument ini? untuk mengenalnya, mari kita meneropong latar belakang/ sejarahnya di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Baca entri selengkapnya »

Gelar Untuk Ahmad Musadek

Aku muslim yang biasa-biasa saja, dalam beribadah aku biasa saja, tidak terlalu taat, tapi juga tidak “seberani” Ahmad Musadek…

Hatiku tergelitik dan cukup “kagum” dengan keberanian Ahmad Musadek, sang pemimpin aliran al-Qiyadah al-Islamiyah yang kemudian mengaku diri sebagai nabi.

Salah satu yang menggelitik hatiku untuk menulis ini, tentang ajaran zakatnya. Semua ibadah yang menjadi “pondasi” dasar Islam tidak dia wajibkan. Syahadat dalam Islam diganti, shalat tidak wajib, puasa bulan Ramadhan juga tidak wajib, pergi Haji ke Mekkah juga tidak wajib… Luar biasa kan?????? Baca entri selengkapnya »

Pengabdian Seorang Tentara

Seorang ayah mesti menjadi pemegang keputusan yang ditaati dalam institusi rumah tangga. Tidak sepantasnya kita datang dan pergi, berbuat ini dan itu, sementara orangtua diacuhkan ibarat perabotan rumah; dibiarkan begitu saja tanpa pernah diajak bicara atau dimintai pendapat, dengan alasan bahwa kita tidak ingin mengusik dengan melibatkannya pada hal-hal yang bukan urusannya. Baca entri selengkapnya »