Darah Ular Kobra; Apa Bisa Menjadi Obat?

Hari Minggu malam, tanggal 18 November 2007, saya menonton acara Extreme Kuliner di Global TV. Dalam acara itu, ditampilkan minuman darah dan daging ular kobra. Jenis makanan dan minuman ini, konon kata sebagian orang, termasuk kata si pedagang makanan ekstrim itu, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Yaahhh… namanya juga orang jualan, berbagai cara digunakan untuk menarik minat pembeli, meski harus menggembar-gemborkan suatu ungkapan yang berasal dari “kejadian secara kebetulan”, bukan berdasarkan analisa dan fakta ilmiah.

Pada acara itu, si pembawa acara mendatangi sebuah Warung Kaki Lima di sebuah jalanan di Kota Tua Semarang.

Waaahh… luar biasa, sampai harus ke Semarang mencari penjual ular kobra. Dan seorang presenter yang katanya punya latar belakang akademis yang cukup mapan, mendatangi seorang pedagang kaki lima untuk mencoba makanan dan minuman darah ular kobra. Huebbaaatt…..

Yang menggelitik saya untuk menulis ini adalah, bahwa para dokter, baik yang berada di rumah sakit terbesar di Eropa maupun dokter kampung di pedalaman Indonesia, sepakat dengan ungkapan bahwa darah merupakan sarana yang paling mudah ditembus kuman dan membawanya ke seluruh tubuh hewan, karena darah mengaliri semua bagian tubuh hewan. Anehnya, si pedagang kaki lima mengatakan sebaliknya, darah ular kobra bisa menjadi obat.

Anda memilih untuk percaya kepada siapa?

DR. John Hanfer dari Denmark, dalam sebuah dialog medis mengatakan, “Jika kuman jatuh pada darah dari pisau atau dari tangan tukang jagal, maka kuman tersebut akan berkembang biak dengan cepat sekali, dan menyerang darah secara keseluruhan. Sementara darah merupakan tempat subur untuk pertumbuhan kuman. Organisme ini dapat bergerak ke titik terendah dari darah di dalam wadah. Sebab, ia memiliki ekor seperti cambuk untuk bergerak dengan lincah. Jika anda membawa satu gram darah dan satu gram daging. Setelah beberapa detik, hitunglah jumlah kuman yang berkembang biak di dalam satu gram darah dan satu gram daging, anda akan menemukan perbedaan yang sangat besar. Darah menjadi gudang kuman, sedangkan daging tidak. Kenapa?, karena permukaan daging keras, sehingga kuman tidak mampu menembusnya. Selanjutnya, kuman akan kehabisan zat makanan, sehingga tidak mampu tumbuh dan berkembang biak. Jadi, daging tidak membahayakan kesehatan. Tetapi, darah dapat menjadi bahaya besar bagi kesehatan, meskipun sama-sama berasal dari hewan. Oleh karena itu, daging boleh dimakan dan darah tidak boleh. Apa sebabnya? Penemuan ilmiah menyimpulkan dan menjelaskan sebab-sebab tersebut, kepada aspek penyerapan, kandungan, dan sisa-sisa makanan yang ada di dalam darah.”

Naaaahhh… Dengan ungkapan Dr. John Hanfer ini, saya menantang Extreme Kuliner Global TV, si presenter, dan si pedagang makanan dan minuman darah ular kobra, apakah darah ular kobra bisa menjadi obat? Atau, justru kalian memublikasikan sesuatu yang membahayakan kesehatan orang banyak.

Hmmm… Global TV ternyata tidak terlalu cerdas memilih acara berkualitas…

6 Tanggapan ke “Darah Ular Kobra; Apa Bisa Menjadi Obat?”

  1. kojek Says:

    namanya juga usaha bos…

  2. Agus Supriadi Says:

    Allah menciptakan mahluk hidup tidak ada yang tidak berguna,semuanya buat manusia,ada yang boleh dan tidak. Darah itu jelas banyak negatifnya,banyak obat yang baik buat kita,gak mesti kita jual yang dilarang, dia akan masuk ke pembuluh darah dan akan menjadikan autointoksikasi (sel parasit) yang akan memakan organ tubuh sendiri. jelas kan….kecuali bagi orang yang tidak berfikir.
    thanks ya

  3. agus hasan dr Says:

    di dalam alquran allah SWT berfirman ; dan aku haramkan darah, bangkai dan hewan yg di sembelih bukan atas namaku.
    dari sgi kesehatan bahwa pertumbuhan bakteri terbesar ada pada darah.
    tidak boleh dan jgn makan atau minum darah!!!!!

  4. Kang Bawor Says:

    Allah mengajarkan kpd kita lewat Alquran, makanlah yang halal dan toyibah/baik
    Darah, bangkai, daging babi dan hewan yang disembelih tdk dengan nama Allah haram hukum nya utk dimakan,
    Dan kini sdh dibuktikan mengapa darah haram dimakan…karena ternyata darah adalah media yang sangat baik utk berkembangnya kuman penyakit

  5. ular Says:

    minumlah darahmu sendiri, kalau begitu

  6. go-gon Says:

    waduh…. gatau mana yang bener mana yang ngga.. cm gw juga lagi alergi kulit, gw minum darah ular (terpaksa) ternyata ada efeknya… tapi abis gw baca gw jadi meragukan.. oo iya katanya lagi nih kalo terlalu sering ga baik buat hati (hepatitis)

    gw bukan dokter, gw juga ga ada latar belakang medis, jadi gw gatau mana yang bener mana yang ngga..


Tinggalkan Balasan