cinta dan komitmen / jalan menuju sukses / motivasi / Romantika

Yang Lebih Penting dari Kesuksesan

Coba bayangkan, hidup dengan seorang istri yang shalihah. Bukan hanya shalihah juga merupakan pengusaha wanita yang sukses dan kaya. Perdagangannya sudah bertaraf internasional dan memiliki banyak distibutor yang siap menjual dagangan ke berbagai daerah dan negara lain.Selain itu, hidup di sebuah kota dimana kakek serta paman-paman beliau merupakan orang yang sangat berpengaruh di kota tersebut. Tidak akan ada orang yang berani mengusik beliau. Beliau mendapatkan penghormatan dari masyarakat bukan hanya karena keluarganya yang berpengaruh tetapi pribadi beliau sendiri yang memukau, yang terkenal dengan kejujurannya sehingga mendapatkan gelar al amin.

Itulah kehidupan nyaman Rasulullah SAW sebelum menjadi seorang Rasulullah. Semenjak beliau mengikrarkan akan membawa misi mulia, menuju yang lebih tinggi, beliau benar-benar meninggalkan kenyamanan yang beliau miliki selama ini.

Karena tidak mempan dengan bujukan harta, tahta, dan wanita, teror yang datang mengganti bujukan tersebut. Ancaman, fitnah, dan berbagai hal yang menyakitkan datang silih berganti agar beliau berhenti menyebarkan risalah suci.

Beliau pernah hijrah ke negeri orang dengan melalui perjalanan panjang dan mendapati kegagalan sampai akhirnya hijrah ke Madinah. Beliau diancam untuk dibunuh, pengikut beliau diteror bahkan tidak sedikit yang mengalami siksaan dan pembunuhan.

Kontras dengan sifat beliau yang lembut dan penyayang, beliau harus memimpin berbagai perang yang ganas demi menegakkan kalimat tauhid. Perang yang mengerikan dimana hampir selalu kekuatan fisik lawan jauh lebih besar bahkan berlipat-lipat. Beliau pernah terluka, kehilangan banyak sahabat bahkan paman tercinta beliau Hamzah, semoga Allah meridlainya.

Itulah suatu perubahan yang dialami oleh manusia teragung sepanjang zaman. Perubahan dari suatu kondisi yang nyaman menjadi kondisi yang tidak nyaman, yang memerlukan banyak pengorbanan dan kerja keras. Semua itu demi sebuah misi yang diperintahkan Allah SWT kepada beliau, dan kita. Misi yang diperlukan untuk membawa umat manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari keterpurukan yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

5 thoughts on “Yang Lebih Penting dari Kesuksesan

  1. Semua orang menginginkan kesuksesan. Tetapi, jarang orang yang tahu, apa yang harus dilakukan dengan kesuksesan yang telah diraihnya. Rasulullah mengajari kita, bahwa kesuksesan harus digunakan untuk meraih tujuan yang lebih tinggi dari pada kesuksesan.
    Anda pemilik blog ini, semoga Allah mengaruniakan Anda kesehatan, kesejahteraan di dunia dan akhirat… Amiin ya RAbbal ‘Aalamiin…

  2. Perjuangan Nabi Muhammad saw yang begitu memprihatikan semua yang dilakukan disamping perintah Allah swt juga untuk menyelamatkan kita supaya sukses dunia dan akherat, namun beliau dipanggil Allah ketika usia 63 tahun. dan tugas kenabiaannya yaitu dakwah mengajak manusia supaya taat kepada Allah diteruskan oleh para sahabat sampai kepada para wali dan para ulama,

    Para sahabat Nabi semuanya sudah dipanggil Allah termasuk yang kita pernah dengar dari sejarah yaitu wali songo yang juga sudah tiada. yang jadi pertanyaan, siapa yang punya tanggung jawab meneruskan perjuangan mereka ? jawabannya kata ulama ya itu kita sebagai umatnya. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Imran 110 yang artinya : kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia yaitu menyeru kepada yang maruf dan mencegah pada yang mungkar.

    Untuk itu mari kita komitment untuk dakwah terus sampai kitapun dipanggil Oleh Allah swt.amin

    krisnadi hr
    081809279620

  3. subhanalloh ternyata perjalanan dan perjuangan rosululloh demi sukses peribadinya,ummatnya,dan agamanya yaitu dieunul islam begitu sngat mulia….
    ya ALLAh ya ROBB msuk kan lakh kami semua (muslim wal muslimat) ke dalam syurgamu dan pertemukanlah kami kelak d syurgamu dengan senyum manis nya Rosululloh SAW tercinta……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s